Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) akan menggelar Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) BSMI di Auditorium Bina Karna Hotel Bumi Karsa, Kompleks Bidakara, Pancoran, Jakarta Timur, Jumat (5/2). Munas yang akan berlangsung mulai pukul 19.00 s.d 21.00 ini akan dihadiri oleh seluruh peserta cabang-cabang BSMI dan relawan BSMI yang tersebar dari Aceh sampai ke Nabire.
Pembukaan Munas ini akan diresmikan oleh Menteri Koordiator Kesejahteraan Rakyat RI Dr. Agung Laksono dan turut memberikan sambutan Munas oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) DR. dr. Siti Fadilah Supari, SpJP(K) dan Menteri Sosial RI Dr. Salim Segaf Al Jufrie yang sekaligus sebagai Penasihat BSMI.
Di dalam acara Pembukanan Munas BSMI akan diberikan apresiasi berupa pemberian piagam penghargaan kepada para mitra-mitra kerja BSMI yang senantiasa bekerjasama pada setiap program pelayanan kepada masyarakat terutama dalam tanggap darurat, penanggulangan bencana dan Kesehatan Ibu dan Anak.
Apresiasi kepada para relawan BSMI yang selama ini aktif terjun ke daerah-daerah bencana dan konflik juga akan diberikan piagam penghargaan. Diantaranya adalah para relawan yang pernah terjun ke bencana tsunami Aceh (2005), Gempa Yogyakarta (2007). Gempa Padang 2009 dan Konflik Palestina-Israel (2009).
Sebelum acara Pembukaan Munas, Seminar Kesehatan yang mengangkat tema ”Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Indonesia” akan digelar pukul 16.00-17.00 di tempat yang sama dengan nara sumber dari BSMI, Departemen Sosial dan PT Indosat, Tbk.
Sementara itu, ”Pelayanan Kesehatan Masyarakat” dan ”Operasi Katarak Gratis Bagi Warga Tidak Mampu” turut menyemarakkan rangakaian Munas BSMI. Pelayanan Kesehatan ini digelar sebagai bentuk wujud kepedulian BSMI terhadapap tingkat kesehatan masyarakat yang terutama kepada warga yang susah mendapatkan akses kesehatan yang memadai.
Pelayanan Kesehatan Masyarakat tersebut diadakan di Klinik Mesjid At-Tin , Jl. Pintu Utama 1 TMII Jakarta Timur mulai pkl. 08.30 s.d 11.30. Sebanyak 700 pasien diberikan pemeriksaan kesehatan dengan cuma-cuma tersebut terdiri dari USG bagi ibu hamil, papsmear, poli mata, poli gigi, poli umum dan cek gula darah oleh para dokter spesialis BSMI.
Sedangkan 10 pasien penderita katarak yang tanpa dipungut biaya ini akan dioperasi di RS Jakarta Islamic Hospital (JIH) Jl. Pedati No.3 Kramat Jati Jakarta Timur. Operasi katarak yang membutuhkan biaya Rp 4 juta per operasi ini akan ditangani langsung oleh tim dokter spesialis mata BSMI. (dian)